Postingan

KEGIATAN PLP 2 DI SMK NEGERI 2 SINGARAJA BERDASARKAN TRI HITA KARANA (THK)

 Halo smetoon Ganesha Muda!         Kesempatan kali ini penulis  akan perkenalkan terkait dengan kegitan Pengenalan Lapangan Persekolahan II atau yang di kenal dengan istilah PLP 2.  Nahhh untuk kegitan PLP II ini penulis melaksanakan kegaiatan di SMK Negeri 2 Singaraja, yukkkk simak kegitan apa saja yang mimin lakukan selama program PLP II ini…         Sebelumnya ketahui dulu yuk lebih dalam apa itu PLP. Jadi Pengenalan Lapangan Persekolahan yang disingkat PLP adalah proses pengamatan/observasi dan pemagangan yang dilakukan mahasiswa Program Sarjana Pendidikan untuk mempelajari aspek pembelajaran dan pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan. PLP dimaksudkan untuk membangun landasan jati diri pendidik dan memantapkan kompetensi akademik kependidikan dan bidang studi yang disertai dengan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Adapun Tujuan Khusus Pusat PLP, adalah membantu mahasiswa untuk : Mengenal secar...

Alkisah, di masa Daulah. Hewan Buas Tak Mau Memakan Daging Keturunan Rasulullah.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh smetoon 🙏 Pada kali ini Saya akan menulis tentang  Alkisah, di masa Daulah.  Hewan Buas Tak Mau Memakan Daging Keturunan Rasulullah.     Abbasiyah, tepatnya ketika Khalifah Al Mutawakkil menjabat sebagai kepala negara, seorang wanita bernama Zainab, mengaku-ngaku bahwa dirinya adalah cucu nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia menyebut dirinya adalah putri dari pasangan; Ali bin Abi Thalib dan Fathimah radhiyallahu ‘anhuma.  Bagaimana mungkin ia masih hidup ketika itu? Berarti ia hidup selama dua ratus tahun lebih, karena rentang masa antara zaman nubuwah dan Daulah Abbasiyah, berkisar dua abad lamanya. Meskipun pengakuannya ini tidak masuk akal, tetapi di tengah masyarakat, Zainab merupakan orang yang cukup berpengaruh. Ia memiliki banyak pengikut. Bahkan ia mampu mengeksploitasi harta pengikutnya. Maka Khalifah Al Mutawakkil pun mengeluarkan perintah untuk mengundangnya ke istana. “Kamu ini seorang...